Sejarah Kota Jombang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

Kapubaten Jombang
Logo Jombang.GIF
Lambang Kapubaten Jombang
Motto: Jombang Beriman
Dari kiri atas ke kanan bawah: Ringin Contong, Kebun Rojo, Tugu Adipura, Keraton Jombang (pusat perbelanjaan), Relief Candi Rimbi, Pondok Pesantren Tebuireng, Pabrik CJI, Tirta Wisata, Wisata Alam Wonosalam, Soto Dokk, GKJW Mojowarno, Klenteng Hong San Kiong

Dari kiri atas ke kanan bawah: Ringin Contong, Kebun Rojo, Tugu Adipura, Keraton Jombang (pusat perbelanjaan), Relief Candi Rimbi, Pondok Pesantren Tebuireng, Pabrik CJI, Tirta Wisata, Wisata Alam Wonosalam, Soto Dokk, GKJW Mojowarno, Klenteng Hong San Kiong

Locator kabupaten jombang.png
Peta lokasi Kapubaten Jombang
Koordinat: 5.2° – 5.3° BT dan 7.2° – 7.45° LS
Provinsi Jawa Timur
Hari jadi 1910 (fakta)
1950 (hukum)
Dasar hukum UU No. 12/1950
Ibu kota Jombang
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Suyanto
 - DAU Rp. 664.825.242.000,-(2011)[1]
Luas 1.159,50 km2
Populasi
 - Total 1.201.557 jiwa (2010)
 - Kepadatan 1.036,27 jiwa/km2
Demografi
 - Bahasa Bahasa Jawa, bahasa Indonesia
 - Zona waktu WIB (UTC+7)
 - Kode area telepon 0321
Pembagian administratif
 - Kecamatan 21
 - Kelurahan 306
 - Situs web http://www.jombangkab.go.id

Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km²[2], dan jumlah penduduknya 1.201.557 jiwa (2010), terdiri dari 597.219 laki-laki dan 604.338 perempuan. Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.[3]

Jombang juga dikenal dengan sebutan Kota Santri, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya.[4] Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).

Banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Jombang, di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia yaitu KH Abdurrahman Wahid, pahlawan nasional KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim, tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid, serta budayawan Emha Ainun Najib, dan seniman Cucuk Espe.

Konon, kata Jombang merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa yaitu ijo (Indonesia: hijau) dan abang (Indonesia: merah). Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang.[5]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose